Latest Entries »

remaja bangkitlah….!

Berkata Ibnu Abbas r.a. berkata “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: Qs. Al Anbiyaa:60,

Begitu besarnya sebenarnya peran Pemuda bagi Islam. Pemuda yang dipilah oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di bumi Allah Swt ini. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Pemudalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan umat Islam di dunia. Dialah harapan satu – satunya. Begitu dibutuhkannya peran pemuda ini bagi Islam. Pemuda begitu dilema dengan berbagai kelebihan yang dia miliki yaitu umur yang masih muda tentunya, lalu otak yang cerdas yang mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan dengan mudah, waktu luang yang banyak, tenaga dan berbagai kelebihan yang ada pada diri seorang pemuda.

Namun bagaimana jika kemudian para pemudanya rusak. Generasi pemuda yang tertelan jaman globalisasi dunia barat. Apa yang bisa diharapkan. Mereka sudah terjebak gaya hidup jahiliyah dan masih suka menjadi bebek. Pemuda jaman sekarang suka ikut – ikutan tren padahalah mereka tak pernah mengetahui apakah itu halal atau haram. Suka berhura – hura. Mereka lebih suka pergi nonton bioskop daripada menghadiri pengajian di masjid. Suka menyibukkan diri untuk urusan bermain, bersenang – senang, hura- hura, dan mengumbar hawa nafsu. Tanpa ada hal lain yang dipikirkannya. Gelombang gaya hidup inilah yang menyebabkan remaja terpuruk. View full article »

mimpi kecil

“kami punya mimpi kecil dan ingin mewujudkan mimpi itu, meskipun kecil. Itu saja”

Ya, itu saja. Kalaupun yang kecil ini pada akhirnya akan menjadi besar, ya proseslah yang akan membesarkannya. Kalaupun yang kecil ini tetap saja kecil. Biarkan sajalah. Toh itu juga karena proses. Kalaupun yang kecil ini pada akhirnya akan semakin kecil lalu pelan-pelan mengecil lagi dan hilang sama sekali, juga karena proses.

Mimpi kecil itu bernama membaca. Lalu hal yang ingin kami wujudkan itu, meskipun kecil, mengajak orang lain juga ikut membaca. Lalu apa lagi ya yang harus dijelaskan? Kami sebenarnya tidak tau caranya menjelaskan secara saksama apa lagi dalam tempo sesingkat-singkatnya. Karena kami terbiasa ngawur (dan tentu saja ngawur tidak bisa dikategorikan sebagai “saksama”) dalam memberi penjelasan. Yang ngawur itu, ya itu tadi, ingin mengajak orang-orang ikut membaca. Duh, kok diulang-ulang sih?

Ok, di sini kami mencoba untuk mengongkretkannya.
Ketika A. Yani Mega Mall berdiri, wussss, serta merta minat orang berbelanja di kota ini semakin tinggi. Apa yang dibelanjakan? Ya, apa saja. Ketika ada lagi bioskop tuentiwan, wusssss, serta merta banyak pasangan muda-mudi yang jadian. Ketika warnet-warnet bertaburan, wusss serta merta …. duh, banyak hal yang serta merta bermunculan dengan munculnya warnet ini.

Ketika itulah, perpustakaan yang sejak semula sudah sepi, semakin sepi. Ketika itulah semakin banyak orang yang semakin PD untuk memproklamirkan diri bahwa “saya tidak suka baca”. Ketika itulah kecerdasan generasi mendatang dipertanyakan. Ketika itulah muncul gagasan untuk bikin perpustakaan alternatif, yang orang-orang senang datang ke situ, yang orang-orang mau ngajak pacarnya ke situ, yang orang-orang mau membaca di situ. Sudah konkret belum kami memberikan penjelasan tentang kenapa gerakan 1000 buku ini bermula?

Kalau belum konkret, maaf ya. Tapi kami akan coba lagi untuk memberi penjelasan, supaya semakin konkret. Tapi yang pasti, apa yang kami coba jelaskan, yang mungkin belum konkret ini, telah benar-benar kami wujudkan dengan konkret. Yaitu berupaya untuk membangun sebuah perpustakaan sederhana untuk rakyat untuk perubahan. Dan untuk benar-benar menjadi konkret, kami butuh partisipasi siapa saja untuk menyumbangkan buku-bukunya bekas atau pun baru.

Begitulah kira-kira, nanti kalau saudara-saudara mbaca terus, kapan nyumbangnya. Cukup sampai di sini dulu ajah yah sementarah inih.

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran”
View full article »

Sabtu, 29 Mei 2010 di Halaman Masjid Besar Al-Fatwa, Insya Allah akan di langsungkan MALAM AMAL dalam rangka mengisi bulan pendidikan. Di malam itu akan berlangsung Launching dan Pengumpulan Buku pada Kegiatan Gerakan 1000 Buku Untuk Kemajuan. Untuk memeriahkan acara tersebut, juga hadir Pembacaan sajak-sajak pendidikan dan pemutaran film pendidikan.

Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan Gerakan 1000 Buku Untuk Kemajuan. Sehingga seluruh masyarakat dapat mengetahui dan berpartisipasi dengan menyumbangkan buku-buku bekas yang tak lagi terbaca di rumah.

BUKU

REMAJA MASJID BESAR AL-FATWA

Mengajak anda semua melakukan hal kecil untuk perubahan besar lewat gerakan 1000 Buku Untuk Kemajuan, dengan cara menyumbangkan buku apa saja (bekas ataupun baru) tema apa saja, asal bukan buku porno dan pelecehan SARA. Buku tulis pun dipersilahkan.

Buku-buku yang terkumpul akan dijadikan perpustakaan berbasis masjid di Masjid Besar Al-Fatwa, dimana siapapun dapat mengakses buku-buku tersebut dengan cara mudah.

Kalau tidak punya buku tapi punya uang lebih, boleh tidak?

Tentu saja boleh banget. Uang yang disumbangkan, 80% akan dibelikan buku-buku baru dan sisanya akan digunakan untuk biaya maintenance perpustakaan.


Wah program bagus nih, gimana cara nyumbangnya?

Gampang banget. Bagi yang mau menyumbangkan buku-bukunya dapat di antar ke Sekretarit Masjid Besar Al-Fatwa (Jl.Adisucipto Km.12,9 Desa Arang Limbung). Mau di antar pake kardus, mau dibungkus plastik, mau dibawa begitu aja, boleh leh leh. Mau nama penyumbang disebutin dengan jumlah bukunya juga boleh. mau ga disebutin juga ga apa-apa. semua boleh.

Atau Es Em Es aja di nomor Hp yang tertulis di Pamplet. Nanti kami akan mengambil buku itu. Ok.

Buku adalah jendela dunia. Membaca buku, berarti mampu melihat dunia secara luas. Saatnya masyarakat Kalbar berubah dengan membaca!!! Satu buku yang anda sumbangkan sangat berarti bagi perubahan daerah ini.

Organisasi Remaja Masjid

Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS 9:18, At Taubah)

MASA REMAJA

Kalau kita berbicara tentang remaja, mungkin akan terbayang dalam benak kita tentang anak-anak manusia yang berada dalam masa-masa menyenangkan, ceria, penuh canda, semangat, gejolak keingintahuan, pencarian identitas diri dan emosi. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa.

Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan-perubahan dalam wujud fisik dan psikis. Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda-tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakin menyadari keberadaan dirinya, ingin diakui, dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. Mungkin kalau kita perkirakan umur remaja berkisar antara 13 tahun sampai dengan 25 tahun. Pembatasan umur ini tidak mutlak, dan masih bisa diperdebatkan.

Masa remaja adalah saat-saat pembentukan pribadi, dimana lingkungan sangat berperan. Kalau kita perhatikan ada empat faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan yang dibutuhkan oleh remaja adalah lingkungan yang islami, yang mendukung perkembangan imaji mereka secara positif dan menuntun mereka pada kepribadian yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi kemudahan dalam pembinaan remaja.

PEMBINAAN REMAJA MELALUI MASJID

Pembinaan remaja dalam Islam bertujuan agar remaja tersebut menjadi anak yang shalih; yaitu anak yang baik, beriman, berilmu, berketerampilan dan berakhlak mulia. Anak yang shalih adalah dambaan setiap orangtua muslim yang taat. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Apabila anak Adam mati, maka semua amalnya terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim).

Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, salah satunya melalui Remaja Masjid. Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan remaja muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas. Remaja Masjid merupakan salah satu alternatif pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi ini, mereka memperoleh lingkungan yang islami serta dapat mengembangkan kreatitivitas.

Remaja Masjid membina para anggotanya agar beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencapai keridlaan-Nya. Pembinaan dilakukan dengan menyusun aneka program yang selanjunya ditindaklanjuti dengan berbagai aktivitas. Remaja Masjid yang telah mapan biasanya mampu bekerja secara terstruktur dan terencana. Mereka menyusun Program Kerja periodik dan melakukan berbagai aktivitas yang berorientasi pada: keislaman, kemasjidan, keremajaan, keterampilan dan Keilmuan.

View full article »

jualan saat puasa

Kantin Ramadhananak muda kumpul di masjid? di bulan puasa lagi. Ramai… Ngapain ya…? Ha… jualan…? ga percaya? Tapi itulah yang dilakukan Remaja Masjid Al-Fatwa dalam mengisi Bulan Ramadhan ini. Dari pada ngumpul tak tentu rudu, mending jualan sambil ngumpul di masjid.

Kantin Ramadhan memang merupakan agenda tahunan dari REMAF melalui kepanitian Ramadhan. Untuk tahun 1430 H tak juga ketinggalan. Keuntungan dari kantin itu diperuntukkan untuk pelaksanaan kegiatan REMAF, pada saat Ramadhan maupun kegiatan lainnya di luar Ramadhan.

remaja islam, remaja dakwah

Dakwah? Hmm.. kok kayaknya berat banget kedengarannya ya? Lho, emangnya kenapa? Sebagian teman remaja biasanya denger atau ngucapin kata dakwah terasa sangat berat. Telinga pekak en lidah kelu dan yang terbayang di benaknya pasti urusannya dengan jenggot, kopiah, baju koko, sarung, dan jilbab. Well. Nggak salah-salah amat sih. Cuma nggak lengkap penilaiannya.

Lagian juga terkesan adanya pemisahan antara dakwah dan kehidupan umum, gitu lho. Kesannya kalo dakwah adalah bagiannya mereka yang ada di kalangan pesantren atau anak-anak ngaji aja. Anak-anak nongkrong sih nggak tepat kalo berurusan dengan dakwah. Dakwah kesannya jadi tugas mereka yang hobinya dengerin lagu-lagu nasyid macam Demi Masa-nya Raihan. Bukan tugas anak-anak yang hobinya dengerin lagu-lagu pop macam Terima Kasih Cinta-nya Afgan. Halah, itu salah banget, Bro. Nggak gitu deh seharusnya. Sumpah.

Gini nih, sebenarnya urusan dakwah atau tugas dakwah jadi tanggung jawab bersama seluruh kaum muslimin. Cuma, karena tugas dakwah ini cukup berat dan nggak semua orang bisa tahan menunaikannya, jadinya dakwah secara tidak langsung diserahkan kepada mereka yang ngerti aja. Anggapan seperti ini insya Allah nggak salah. Cuma, kalo dengan alasan seperti ini lalu kaum muslimin yang belum ngerti atau masih awam tentang Islam jadi bebas untuk nggak berdakwah, atau nggak mau terjun dalam dakwah, itu tentu salah, Bro. Why? Karena tetap aja punya kewajiban untuk belajar. Tetap punya kewajiban mencari ilmu. Jadi, nggak bisa bebas juga kan? Malah kalo nekat nggak mau belajar dan nggak mencari ilmu, hal itu dinilai berdosa, man! Bener.

Baginda kita, Rasulullah Muhammad saw. bahkan menyatakan bahwa aktivitas belajar dan mencari ilmu adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin dari buaian ibu hingga ke liang lahat. Kalo mencari ilmu itu adalah wajib, berarti bagi yang nggak mencari ilmu selama hidupnya, jelas berdosa dong. Allah Swt. bahkan menjamin orang-orang yang beriman dan berilmu akan diberikan derajat lebih tinggi dibanding orang yang nggak berilmu (apalagi nggak beriman). Firman Allah Swt.:

“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mujâdalah [58]: 11)

Bro, emang bener banget. Urusan dakwah ini sangat erat hubungannya dengan tingkat keilmuan. Dakwah itu jelas membutuhkan ilmu. Jadi, betul kalo dikatakan bahwa tugas berdakwah hanya diberikan kepada mereka yang udah menguasai ilmu agama. Tapi, buat kita yang belum menguasai ilmu agama secara mantap bukan berarti nggak ada kewajiban dakwah. Sebab, rasa-rasanya untuk ukuran sekarang nih, nggak mungkin banget ada kaum muslimin yang nggak ngerti sama sekali tentang Islam. Pasti deh, satu keterangan atau dua keterangan dalam ajaran agama Islam sudah pernah didengarnya dan menjadi pengetahuannya. So, sebenarnya tetap punya kewajiban nyampein dakwah meskipun cuma sedikit yang diketahui. Kalo pengen lebih banyak tahu tentang Islam, ya tentu saja kudu belajar lagi dan mencari ilmu lagi. Sederhana banget kan solusinya? Insya Allah kamu pasti bisa ngejalaninya, asal kamu mau. Yakin deh. View full article »

marhaban ya ramadhan

Ramadhan akan datang. Selayaknya sebagai umat muslim kita memberikan apresiasi untuk datangnya bulan yang suci. Kesucian Ramadhan jangan samapi tercoreng dengan kegiatan-kegiatan yang berbau negative. Banyak cara untuk mengisi Ramadhan kita biar lebih bermakna, hingga semangat Ramadhan selalu menyelimuti walau hingga Ramadhan berakhir.

Remaja Masjid Besar Al-Fatwa memberikan wadah kepada remaja muslim untuk aktif dalam memeriahkan Ramadhan. Walaupun perut sedang kosong, tenggorakan kering, bukan menjadi alas an untuk tidak beraktivitas. Berbagai macam kegiatan telah dipersiapkan Remaja Masjid Al-Fatwa yaitu:

1.      Kantin Ramadhan

Pendirian Kantin Ramadhan memang merupakan kegiatan aktif selama bulan Ramadhan. Satu bulanan kantin berdiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam memperoleh makanan untuk buka puasa yang halal dan murah. Tidak hanya itu, kantin Ramadhan berdiri untuk membantu masyarakat kecil yang memiliki usaha pembuatan kue untuk tetap berjualan. Kantin Ramadhan ini juga sebagai salah satu jalan untuk menambah income REMAF. Yang mana dialokasikan untuk kas dan kegiatan positifnya. Dengan kata lain, masyarakat yang membeli dapat langsung berinfaq.

 

2.      Buka Puasa Bersama

Kegiatan yang satu ini juga menjadi agenda tahunan. Mengumpulkan masyarakat para jamaah masjid untuk menjalin silahturahmi dan semakin mempererat persatuan sesam muslim merupakan landasan untuk menjalankan kegiatan ini. Tak hanya jamaah, anak-anak Yatim Piatu juga menjadi bagian dalam kegiatan ini.

 

3.      Nuzulul Qur’an

Peringatan turunnya Al-Qur’an ini tak pernah absen dalam rangkaian kegiatan. Melaksanakan Ceramah Agama merupakan acara inti dari kegiatan ini. Tak lain untuk mempertebal iman dari jamaah.

 

4.      Tadarussan

Belajar mengaji dan mengkaji yang biasanya menjadi agenda rutin Remaf juga menjadi bagian dari kegiatan. Kegiatan yang dimulai setelah Shalat tarawih ini, diikuti oleh seluruh anggota Remaja Masjid Besar Al-Fatwa.

 

5.      Pelatihan Kepemudaan

Pelatihan ini akan dititik pusatkan pada Anggota REMAF yang baru terdaftar dalam penerimaan Tahun 2009. Di dalamnya terdapat teori dan praktek untuk meningkatkan kualitas sebagai pemuda muslim

REMAF mencari anggota

pamflet Untuk menjaga eksistensi Remaja Majid Besar Al-Fatwa (REMAF) dalam menjaga kehidupan masyarakat, khususnya dalam memperdayakan pemuda2 islam, Remaf memberi kesempatan kepada seluruh Pemuda2 dimanapun berada untuk bergabung.

Pendaftaran dapat dilakukan langsung di tempat pendaftaran yang tertera di pamplet pendaftaran (klik disini) dan dapat juga mengambil formulir pendaftaran diblog ini.

Dalam penerimaan anggota baru ini, terdapat banyak kegiatan yang akan di ikuti oleh peserta, antara lain : pengenalan organisasi, pengembangan diri, kegiatan agama, outbond, dan banyak lagi kegiatan yang tentunya dapat membuat peserta menjadi lebih baik.

Segera daftarkan diri kamu.