Berkata Ibnu Abbas r.a. berkata “Tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih di kalangan pemuda sahaja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak seorang ‘Alim pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) dari kalangan pemuda”. Kemudian Ibnu Abbas membaca firman Allah swt: Qs. Al Anbiyaa:60,

Begitu besarnya sebenarnya peran Pemuda bagi Islam. Pemuda yang dipilah oleh Allah Swt untuk menegakkan agama Islam di bumi Allah Swt ini. Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Abbas r.a. Pemudalah yang nantinya akan melanjutkan kehidupan umat Islam di dunia. Dialah harapan satu – satunya. Begitu dibutuhkannya peran pemuda ini bagi Islam. Pemuda begitu dilema dengan berbagai kelebihan yang dia miliki yaitu umur yang masih muda tentunya, lalu otak yang cerdas yang mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan dengan mudah, waktu luang yang banyak, tenaga dan berbagai kelebihan yang ada pada diri seorang pemuda.

Namun bagaimana jika kemudian para pemudanya rusak. Generasi pemuda yang tertelan jaman globalisasi dunia barat. Apa yang bisa diharapkan. Mereka sudah terjebak gaya hidup jahiliyah dan masih suka menjadi bebek. Pemuda jaman sekarang suka ikut – ikutan tren padahalah mereka tak pernah mengetahui apakah itu halal atau haram. Suka berhura – hura. Mereka lebih suka pergi nonton bioskop daripada menghadiri pengajian di masjid. Suka menyibukkan diri untuk urusan bermain, bersenang – senang, hura- hura, dan mengumbar hawa nafsu. Tanpa ada hal lain yang dipikirkannya. Gelombang gaya hidup inilah yang menyebabkan remaja terpuruk.

Padahal bukan begitu yang diinginkan oleh Islam. Pemuda memang sangat dibutuhkan perannya dalam Islam untuk menempati posisi yang strategis. Pemuda memiliki banyak potensial dan kemampuan yang jika diolah akan bermanfaat. Namun jika pemudanya seperti ini bagaimana kelanjutannya generasi Islam selanjutnya. Siapa yang akan meneruskan perjuangan Islam agar dapat menjadi rahmatan lil alamin. Sebagai pemuda sudah seharusnya agar menjaga eksistensi Islam di dunia ini. Contohlah pemuda – pemuda tauladan di jaman Rosulullah Saw. Mereka adalah pemuda yang terbaik. Jadi tak heran Rosulullah mengatakan bahwa masaku ini adalah generasi terbaik. Sebagai contoh Mus’ab Bin Umair yang rela meninggalkan kemewahannya sebagai putra bangsawan hanya demi bertemu Muhammad Saw untuk memeluk Islam dan dia juga seorang pemuda yang cerdas berakhlak mulia dan seluruh hidupnya dia persembahkan hanya untuk beribadah dan berjuang di jalan Allah Swt. Lain lagi Sa’id Bin Umar yang setelah masuk Islam dengan lantang dan berani, dia berpidato di hadapan kaum Quraisy mengatakan kebenaran Islam. Dia menjadi teladan satu-satuya bagi orang orang mu’min yang membeli kehidupan akhirat dengan kehidupan dunia. Dia lebih mengutamakan keridhaan Allah dan pahala daripada-Nya di atas segala keinginan hawa nafsu dan kehendak jasad. Lalu sahabat Rosul lain yang bernama Sa’ad Bin Abi Waqash, menjadi pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam. Padahal beliau masih berumur 16 tahun waktu itu. Ali Bin Abi Tholib yang masih berumur 10 tahun sudah dimintai pendapat oleh Rosul. Dikarenakan kecerdasannya. Masih banyak lagi pemuda Islam jaman Rosulullah Saw yang dapat dijadikan contoh generasi pemuda sekarang.

Para pemuda seperti itulah yang sebenarnya didambakan Islam saat ini. Para sahabat Rosul yang masih remaja itu turut andil besar membawa Islam dan menyebarkan Islam. Hingga Islam sampai sebesar ini. Jadi tak dapat dipungkiri lagi bahwa eksistensi pemuda pada Islam dan kehidupan umat sangat penting. Bukannya malah sebaliknya. Maka pemuda Islam itu haruslah bangkit jauhi gaya hidup jahiliyah. Jangan terpengaruh hal yang negatif terutama yang saat ini menjadi faktor utama adalah media. Pemuda harus hati hati terhadap ini. Pemuda harus peka terhadap semua itu.

Wahai pemuda janganlah sia-siakan usia mudamu sebab itulah yang akan dipertanggung jawabkan kelak diakhirat nanti. Sebagaimana sabda Nabi Saw ”tidak beranjak kaki anak adam dari hadapan Allah hingga ditanya 5 hal: tentang umurnya, dihabiskan untuk apa?tentang usia mudanya diisi untuk apa?tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan digunakan untuk apa? Dan amalannya dari ilmu yang dia miliki?”. (diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dari Ibn Mas’ud)

Jelas digunakan untuk apa usia muda kita, akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Apa digunakan untuk melaksanakan perintahnya, apa digunakan untuk larangannya. Pergunakanlah waktu mudamu sebelum waktu tuamu. Tingkatkan iman dan takwa kalian.. Bukannya sebaliknya. Kita gunakan usia muda kita dengan menuntut ilmu dan mengamalkannya. Kita gunakan umur kita untuk berdakwah dan menegakkan panji – panji Islam diseluruh bumi Allah Swt ini. Saatnyalah pemuda bangkit dan bersatu. Di bawah akidah Islam berjuang bersama demi menjaga eksistensi Islam di dunia. Wahai para pemuda engkau adalah generasi pengganti, engkau adalah generasi pembaharu dan engkau adalah generasi penerus perjuangan. Pemuda harus bangkit, Nyalakan api semangat yang akan terus berkobar.